Senin, 20 April 2020

Puisi cinta tentang patah hati atau sakit hati


“Sepasang Insan”

Jika dalam alphabet ‘A’ adalah awalan abjad
Maka ‘Z’ adalah penutupnya
Sama dengan kita
Jika bahagia ialah mulanya
Maka tangisan lah ujungnya

Aku menertawakan diri
Bersama perayaan hati
Mengingat kembali pernah bercanda gurau
Hingga larut malam.
Kau menyuruhku tertidur,
Sedang kau masih terjaga.
Bak orang bodoh
Kala itu aku meminta sang waktu tak cepat berlalu.

Jika hari kemarin
Kita sedekat A dan B
Hari ini
Aku dan kamu layaknya A dan Z

Aku dan kamu sepasang insan
Bertemu, bersama lalu berpisah
Aku merutuki diri,
Pernah berharap kamu adalah akhir penantian
Saling berbagi asa dan membangun Rumah
Namun, lagi dan lagi
Aku salah.
Aku dan kamu hanya sebatas orang asing
Memberi rasa hanya untuk memberi pelajaran.

Dengan berat hati,
Aku mengatakan ‘kau bukan rumahku’
Aku hanya tamu yang hinggap sekejap

Teruntuk kamu yang disana,
Terimakasih telah pernah hadir
Dan maaf untuk luka yang pernah ada.
Aku telah menghiklaskan
Meski kau pergi tanpa pemberitahun
Seperti rasa yang terukir,
Entah berasal darimana
Kini, kita pun sama
Berakhir entah karena apa.

Sekali lagi terimakasih padamu
Telah mewujudkan segala halu ku.



Didedikasikan untuk teman saya"Crestella Sitorus"




Minggu, 19 April 2020

Puisi berantai part 7 (end) "Semesta berkata lain"

#puisi berantai #part 7 #semesta berkata lain #end

"Semesta berkata lain"


Lagi dan lagi aku masih undur diri
Asa dan putus asa sendiri
Perihal hanya sekedar bertanya isi hati
"Friendzone" sebut saja begini

Memberi kenyamanan berlebih
Hingga ku kira searah

Malam menuju Minggu di  iringi gemersik hujan
Aku dan kau duduk berdampingan
Aku lantas memberanikan hati
Tak seperti novel romantis yang kau baca
Aku hanya menautkan jemariku dan jemarimu
Lalu mengucapkan janji hati

Lalu apa?
Dengan bertambah derasnya hujan
Aku terpaku, tak menentu
Hanya seulas senyum dan kata "maaf" darimu

Aku menertawakan takdir hari itu
Detik dimana kita tak lagi sekedar sahabat
Namun, menjadi dua insan yang tak saling mengenal.

Semesta, maaf telah menjadikanmu saksi dari kisah sepasang insan yang tak menyatu ini

Puisi berantai part 6 "PerpisahanMu"

#puisi berantai #part 6 #perpisahanmu #author blablabla

"Perpisahanmu"


Malam malam kelabu kian berlalu
Seiring hati yang ingin berlabuh
Lama sudah bertarung
Semoga kali ini beruntung

Dekapan hangat menghinggapi
Kau tersedu di atas pundak ku
Membagikan duka lara Mu di hati
Ku usap air bening itu, lalu lagi ku memelukmu

Seperti aku tak mengenal diri
Aku turut bersuka atas dukamu
Bagai pelakon antagonis film yang bergentayangan di tv
Aku tersenyum haru untuk harimu

Maaf, jika memang ini akhirnya
Hati dan otak tak bisa lagi bersama.

Rabu, 15 April 2020

Puisi berantai part 5 "Friendzone"

#puisi berantai #part 5 #friendzone

"Friendzone"

Ujungnya, kau bersamanya
Seseorang yang diam diam kau kagumi
Kini menatapmu dan berjalan searah
Kau menang, aku yang kalah

Aku terlalu pengecut untuk dirimu
Bagai magnet dan besi 
Kau dan dirinya tak pernah menyepi
Sedang aku meratapi nasib dan mendengar ocehanmu

Aku teramat sakit
Saat mengetahui senyum yang terukir bukan karena ku
Aku tak pernah mengira
Friendzone semenyedihkan ini
ungnya, kau bersamanya
Seseorang yang diam diam kau kagumi
Kini menatapmu dan berjalan searah
Kau menang, aku yang kalah

Aku terlalu pengecut untuk dirimu
Bagai magnet dan besi 
Kau dan dirinya tak pernah menyepi
Sedang aku meratapi nasib dan mendengar ocehanmu

Aku teramat sakit
Saat mengetahui senyum yang terukir bukan karena ku
Aku tak pernah mengira
Friendzone semenyedihkan ini

Senin, 13 April 2020

Puisi berantai part 4 "Status Baru"

#puisi berantai #part 4 #status baru

"Status Baru"

Seperti berada di ketinggian 
Aku menikmati setiap yang tertangkap indera
Kini, aku dan kamu tak lagi teman
Hanya sepasang sahabat  yang tak peka

Kita tak ada bedanya
Masih menikmati senja hingga kembali ke asalnya
Menyeruput teh hangat di tempat biasanya
Bercengkrama tak ada habisnya

Kau ber angan untuk bersamanya
Sedang aku, tersenyum kecut menyimpan rasa

Puisi berantai part 3 "Sahabat Katamu"

#puisi berantai #part 3 #friendzone

"Bersahabat Katamu"

Senja menuju petang
Alunan Maghrib menggema
Rasaku tak tenang
Hati dan pikiran tak seirama

Semburat cahaya jingga menyapa wajahmu
Elok dan tiada Tara senyummu
Bersenandung bersama deburan ombak disampingku
Mengait tanganku lalu berpose bersamaku

Bersamaan senja hari itu
Aku ingin lebih dari teman kataku
Kita tak bertema, kita dua makhluk yang bersahabat katamu

Minggu, 12 April 2020

Puisi berantai part 2berjudul "lalu dekat"

#puisi berantai #part 2 #Lalu dekat

"Lalu Dekat"

Ribuan langkah kaki terlewati
Jutaan putaran jam dilalui
Siang malam kian berganti
Hujan panas dijalani

Aku dan kamu beriringan
Berdampingan dan bergandengan tangan
Kau masih sama, aku juga
Rasaku yang tak lagi sama

Kita sepasang insan
Yang hanya berstatus teman
Biarkan saja begini
Asal kau menetap disini

Jumat, 10 April 2020

Puisi berantai part 1 "Bertemu"

#puisi berantai #part 1 #bertemu
"Bertemu"
Aku duduk termenung
Sedang kau menghampiri
Aku dan kau lalu bertukar cerita
Saling berbagi asa di kehidupan yang fana

Aku melihatmu tersenyum
Dengan sedikit pipi yang mengkulum
semesta, apa aku boleh mengagumi mahluk ini?
Ku kecup pipinya meski hanya dalam angan

Ibarat kata pujangga
Aku juga sama pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
Kau terlalu indah untuk terlewatkan

Sabtu, 04 April 2020

Makhluk kecil

Tangan tak lagi saling menggenggam
Tak lagi bisa merasakan kehangatan kelima jari itu saat bersalaman

Derap langkah kaki kini menjadi kaku
Harus memberi jarak minimal radius meter satu.

Kita saling berpandangan
Tersenyum meski dari kejauhan
Ingin membagi asa
Apa daya kita tak bisa bercerita

Huffft
Kian lama, kian aku tak betah
Mengurung diri tanpa kemana
Aku sudah beristirahat lebih
Aku hanya ingin bertegur sapa

Alangkah menyedihkan 
Saat kaki ingin melangkah
Tapi hati dan pikiran menahan

Sebegitu hebatkah makhluk kecil yang bahkan tak terlihat itu?
Mampu memberi ruang diantara kita
Menyediakan jarak tanpa aba
Membuat aku terkurung bagai tak bernyawa

Kini, kita hanya punya jarak
Aku hanya ingin mengatakan
Bertahanlah dan jangan lupa sisipkan Doa disana

Kamis, 20 Februari 2020

RAHASIA SEMESTA

Berjalan bukan berlari
Terduduk tidak berdiri
Aku masih berjalan
Saat kau telah berlari
Aku masih terduduk
Sedang kau telah berdiri.

Sering kali dalam hidup 
Aku menyalahkan diri
Aku mengutuk diri
Aku merasa sendiri

Tapi,
Tak jarang pula dalam hidup
Aku memuji diri
Aku menyemangati diri
Aku tak merasa sepi

Hidup itu yah gitu
Kita harus siap ketika bukan kita yang terdepan
Kita harus memulai saat yang lain telah hancur
Kita perlu menangis 
Kita perlu tertawa


Hidup ini memang teka teki pikirku
Lalu, sang pencipta alam semesta berkata
"Janganlah engkau khawatir akan hidupMu"
Teruntuk hati "tetapla kuat"

Sabtu, 08 Februari 2020

freedom

Hingar bingar sederetan manusia
Membuat diriku terpaku
Mengamati tiap gerak yang berlalu
Mereka sama, sedang aku masih kaku

Aku mengikuti arus
Mencoba keluar dari sebuah zona
Keadaan dimana aku terlalu memaksakan diri
Aku terlihat berhasil
Nyatanya aku Tak begitu

Mempunyai teman itu memang wajar
Namun, bagaimana jika kita Tak sejalan?

Mencari seseorang yang dicintai itu sangat penting
Lalu, bagaimana aku bisa menemukannya saat hati Tak bisa mencintai diri?

Memiliki orang yang bisa mengenal kita dengan baik itu keinginan masing masing.
Jadi, bagaimana bisa kau memilikinya saat kau Tak mendengar teguran TuhanMu?

Hidup itu lucu yah
Akan Ada banyak cibiran, akan Ada banyak pertanyaan tanpa jawaban, Akan Ada keluh kesah, akan Ada tangis Dan tawa.

Nasihatku, berjalanlah perlahan.
Lakukan satu persatu tanpa terburu buru
Hidup Kita bukan tentang kesdihan saja, Ada bahagia disana

Sekarang, tutup mata berdoalah pada pencipta semesta.
Setelahnya rehat la sejenak.
Istirahat la hidup ini Tak Ada habisnya
Percayalah, Tuhan mengasihi kita






Terinspirasi dari sebuah kisah teman seperjuangan di Alam yang fana(novite)😂😂😂
~novita siagian~

Selasa, 28 Januari 2020

pesan

Kepada dahaga 
Teruntuk hati
Kepada semesta
Teruntuk bumi
Sampaikanla pesan singkat ku padanya

Dengarlah, kicauan khalayak ramai
Bercengkerama satu sama lain
Berbagi kisah, memadu kasih
Terlihat hura 
Terlihat biasa saja
Terlihat termenung

Perhatikanlah Sayang,
Gadis kecil yang sedari tadi Tak bersuara
Duduk di kursi tua 
Memperhatikan tiap deru nafas manusia
Lihat, ia sudah mulai gelisah
Hufft, bagaimana tidak?
Lama sudah dia terdiam
Bakan seekor semut pun seolah enggan mengajaknya berbagi asa


Sampai berapa lama lagikah kau termenung?
Hai gadis kecil, tersenyumlah
Dunia terlalu kecil, jika kau hanya termenung dengan raut murung



Senin, 27 Januari 2020

Penunggu

Derap langkah kaki Kian bergantian 
Sedang aku masih terdiam kesepian
Seribu langkah yang sedari tadi ku kejar
Kini berhenti seolah Tak sadar

Entah berapa Kian Kali lagi jarum jam panjang itu berputar
Jika menurutmu aku masih betah
Kau salah
Tapi apa daya, 
Hidup memang kadang selucu itu
Bak orang bodoh meski memang bodoh
Aku hanya bisa menjadi penonton pintu coklat itu

Berteman dengan sunyi
Berkawan dengan hening
Otak Tak ingin berhenti
Hatiku masih Tak tenang

Wahai tuan yang terhormat
Segeralah datang, meski hatiku sepat
Pacuan jantung Kian cepat seiring doa yang Tak berhenti terucap

Sabtu, 25 Januari 2020

Abu-abu

Ceritaku kelam
Bagaikan malam
Tuturku tenang
Hingga kau kira ku senang.

Lantunan sajak semakin sepi
Tiap untaian kata tak lagi berarti
Teruntuk hati yang Tak kunjung menepi
Bertahanlah sampai kau mengerti.