Senin, 27 Januari 2020

Penunggu

Derap langkah kaki Kian bergantian 
Sedang aku masih terdiam kesepian
Seribu langkah yang sedari tadi ku kejar
Kini berhenti seolah Tak sadar

Entah berapa Kian Kali lagi jarum jam panjang itu berputar
Jika menurutmu aku masih betah
Kau salah
Tapi apa daya, 
Hidup memang kadang selucu itu
Bak orang bodoh meski memang bodoh
Aku hanya bisa menjadi penonton pintu coklat itu

Berteman dengan sunyi
Berkawan dengan hening
Otak Tak ingin berhenti
Hatiku masih Tak tenang

Wahai tuan yang terhormat
Segeralah datang, meski hatiku sepat
Pacuan jantung Kian cepat seiring doa yang Tak berhenti terucap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar