Selasa, 28 Januari 2020

pesan

Kepada dahaga 
Teruntuk hati
Kepada semesta
Teruntuk bumi
Sampaikanla pesan singkat ku padanya

Dengarlah, kicauan khalayak ramai
Bercengkerama satu sama lain
Berbagi kisah, memadu kasih
Terlihat hura 
Terlihat biasa saja
Terlihat termenung

Perhatikanlah Sayang,
Gadis kecil yang sedari tadi Tak bersuara
Duduk di kursi tua 
Memperhatikan tiap deru nafas manusia
Lihat, ia sudah mulai gelisah
Hufft, bagaimana tidak?
Lama sudah dia terdiam
Bakan seekor semut pun seolah enggan mengajaknya berbagi asa


Sampai berapa lama lagikah kau termenung?
Hai gadis kecil, tersenyumlah
Dunia terlalu kecil, jika kau hanya termenung dengan raut murung



Senin, 27 Januari 2020

Penunggu

Derap langkah kaki Kian bergantian 
Sedang aku masih terdiam kesepian
Seribu langkah yang sedari tadi ku kejar
Kini berhenti seolah Tak sadar

Entah berapa Kian Kali lagi jarum jam panjang itu berputar
Jika menurutmu aku masih betah
Kau salah
Tapi apa daya, 
Hidup memang kadang selucu itu
Bak orang bodoh meski memang bodoh
Aku hanya bisa menjadi penonton pintu coklat itu

Berteman dengan sunyi
Berkawan dengan hening
Otak Tak ingin berhenti
Hatiku masih Tak tenang

Wahai tuan yang terhormat
Segeralah datang, meski hatiku sepat
Pacuan jantung Kian cepat seiring doa yang Tak berhenti terucap

Sabtu, 25 Januari 2020

Abu-abu

Ceritaku kelam
Bagaikan malam
Tuturku tenang
Hingga kau kira ku senang.

Lantunan sajak semakin sepi
Tiap untaian kata tak lagi berarti
Teruntuk hati yang Tak kunjung menepi
Bertahanlah sampai kau mengerti.